Nama : Lia Yohana
NIM : 15.E1.0154
Dosen Pembimbing : Gregorius Daru
BERBAGI
SENYUMAN DENGAN KASIH
Hallo sahabat…
Dalam menjalani sebuah lika-liku hidup
tentunya kita selalu merencanakan sesuatu dengan baik dan memiliki harapan agar
apa yang sudah kita rencanakan dapat terealisasikan dengan baik. Namun bila
melihat kenyataannya, rencana yang kita buat tidak berjalan semulus dengan apa
yang sudah kita bayangkan. Seringkali ada beberapa kerikil yang membuat kita
diuji dalam mencapai sesuatu yang kita harapkan.
Dalam hidup ini pula, tidak semua orang
beruntung. Banyak di sekitar kita yang kehidupannya kurang bahagia bila
dibandingkan dengan kehidupan yang kita miliki. Entah itu karena kondisi
ekonomi, ditinggal oleh orangtua, tidak mendapatkan kasih saying, dan masih
banyak lagi hal-hal yang membuat hidup menjadi terasa pahit. Di blog ini, saya
akan sedikit bercerita mengenai kunjungan saya dan juga teman-teman saya ke
sebuah panti asuhan anak.
Rencana ini awalnya muncul ketika kami
(saya dan teman-teman kelompok saya) digabungkan menjadi satu kelompok dalam
mata kuliah Pendidikan Agama. Dalam tugas kami, kami dituntut untuk melakukan
sebuah proyek kebaikan mengenai kasih kepada sesama. Akhirnya setelah
berdiskusi, kami memutuskan untuk pergi ke panti asuhan anak. Alasan mengapa
kami memilih melakukan kegiatan kunjungan ke panti asuhan anak adalah karena
kami melihat kehidupan anak-anak panti asuhan jauh kurang beruntung disbanding kami
yang masih memiliki orang tua yang sungguh mencintai dan menjaga kami, selain
itu kami ingin menyelami/mengetahui bagaimana kehidupan mereka sehari-hari dan
apa yang sebenarnya yang mereka rasakan dengan hidup dip anti asuhan, serta
mencari tahu apa sebenarnya harapan mereka untuk jalan hidup mereka.
Saya dan juga teman-teman kelompok saya
memilih Panti
Asuhan Taman Pamardi St. Thomas. Saat kami sampai disana, kami menemui seorang
suster yang bertanggungjawab dip anti asuhan tersebut. Kami menjelaskan maksud
kedatangan/kunjungan kami ke panti asuhan tersebut. Setelah mendapatkan izin,
akhirnya kami diperkenankan untuk bertemu dengan anak-anak yang berada panti asuhan
Taman Pamardi St. Thomas. Di panti asuhan ini tidak semua anak yang berada
disitu juga tinggal dip anti asuhan tersebut, beberapa dari mereka hanya
dititipkan dan pada sore harinya pulang kembali ke rumah mereka. Setidaknya mereka
yang masih bisa pulang ke rumah, masih lebih beruntung jika dibandingkan dengan
anak-anak yang memang karena keadaaan harus tinggal di panti asuhan.
Saat
berada panti asuhan tersebut, agar dapat mengakrabkan suasana kami memancing
mereka dengan memberikan kertas gambar dan juga kami menyiapkan gambar-gambar
untuk diwarnai. Dan dengan cara itu kami secarab pelan-pelan dapat mengambil
hati mereka dan menjadi lebih akrab. Setelah suasana menjadi semakin akrab,
kami mulai bertanya-tanya kepada mereka tentang kehidupan yang mereka jalani di
panti asuhan dan bagaimana perasaan mereka selama ada disitu. Dari semua cerita
yang sudah kami dengar ada satu cerita yang menurut saya dan juga teman-teman
kelompok merupakan cerita hidup yang mengharukan, cerita itu berasal dari
seorang anak yang bernama Elizabeth. Anak yang duduk di kelas 2 SD dari
provinsi DIY, yang merupakan salah satu korban broken home dimana ibunya
menjadi TKW di Saudi Arabia sedangkan ayahnya tidak diketahui jejaknya.
Berdasarkan informasi dari suster anak yang bernama Elizabeth dititipkan di
sebuah panti asuhan kecil yang berada di Yogyakarta semenjak umur 3 tahun. Anak
itu dirawat dan dibesarkan oleh seorang pemilik psnti asuhan yang sudah lanjut
usia, yang Elizabeth fikir sebagai simbahnya. Di panti asuhan kecil itu
Elizabeth tinggal bersama kelima anak panti asuhan lainnya, suatu ketika saat
sudah memasuki usia Sekolah Dasar, Elizabeth ingin memiliki banyak teman oleh
si pemilik panti yang dianggap oleh Elizabeth sebagai simbahnya mengirimnya ke
panti asuhan Taman Pamardi St. Thomas. Setelah dimasukkan disana, Elizabeth
sering rindu dengan tempatnya yang semula. Ketika dia ditanya apakah merindukan
orangtuanya dia menjawab “Tidak” dan dia berkata “dia lebih rindu kepada
simbahnya” yang sebenarnya bukan simbahnya. Anak ini merasa tidak nyaman di
panti asuhan yang sekarang ini karena dia masih baru ditempat itu, tepatnya ia
pindah pada tanggal 16 Agustus 2015. Dan dia memerlukan adaptasi yang lama
dengan tempat yang baru.
Setelah saya
mendengar cerita dari anak-anak yang berada di panti asuhan tersebut dan saya renungkan dalam hati saya pribadi,
ternyata saya jauh lebih beruntung dari anak-anak tadi. Saya memiliki keluarga
yang utuh dan selalu menjaga, merawat, dan membesarkan saya mulai saya berada
dalam kandungan ibu sampai saya yang sekarang sudah tumbuh menjadi gadis
dewasa. Namun, saya juga merasakan sebuah penyesalan dalam diri saya, karena
terkadang saya mengecewakan hati mereka lewat perilaku dan ucapan saya yang
membuat hati kedua orangtua saya menjadi sedih. Terkadang hanya karena masalah
sepele dan itu sebenarnya adalah kesalahan saya sendiri, saya memarahi dan
menyalahkan kedua orang tua saya.
Saya
mendapatkan pelajaran bahwa keluarga itu harus dijaga dan disyukuri. Tuhan
sudah memberikan kita suatu keluarga sebagai sumber kebahagian kita dalam
menjalani kehidupan kita ini. Saya belajar tentang kasih saying dan memberikan
perhatian kepada kedua orangtua saya, manyayangi mereka dengan sepenuh hati
saya, dan menjadikan mereka menjadi yang pertama dari segalanya. Karena
orangtualah yang memberikan kasih saying paling tulus kepada kita. Mereka tidak
pernah mengeluh ataupun meminta balasan kepada kita terhadap apa yang sudah
mereka berikan kepada kita sejak kita berada dalam kandungan sampai sekarang
ini. Sayangilah
keluarga kalian terutama keduaorang tua kalian :)
artikel ini membuat kita sadar, apa yang kita punya harus disyukuri, masih banyak diluar sana yang tidak seberuntung kita. GBu ti
BalasHapuskeluarga itu harus dijaga dan disyukuri. Smoga dpt menginspirasi good artikel
BalasHapusNice article. Semoga membantu untuk yang lainnya ^^
BalasHapusArtikel yg menarik, good job:)
BalasHapusTeruslah berbuat kebaikan dan jangan sekedar sekilas. 1 bungkus nasi menyelamatkan mereka yg kelaparan
BalasHapusTeruslah berbuat kebaikan dan jangan sekedar sekilas. 1 bungkus nasi menyelamatkan mereka yg kelaparan
BalasHapusbersyukur lah apa yang kita miliki sekarang.. good!
BalasHapussangat menginspirasi.. ditunggu update selanjutnya..
BalasHapusnice article ;);) keep writing
BalasHapusNice artikel. Terus berkarya
BalasHapusartikel yang menginspirasi. good
BalasHapusindah saling mengasihi dan berbagi kecerian, terus berbuat baik dan berbagi cerita menarik!! God Bless
BalasHapustoleransi memang sangat penting bagi kita, sangat bermanfaat artikelnya :)
BalasHapusBenar sekali, senyum saat ini menjadi sangat mahal padahal ini adalah salah satu simbol kasih bagi sesama
BalasHapusTersenyum adalah hal yang paling simpel untuk dilakukan tapi sangat besar artinya ^^
BalasHapusTerus berkarya kaaakk
nice article semoga bermanfaat
BalasHapusartikel yang bagus, semoga bermanfaat ya :)
BalasHapus