Kamis, 26 November 2015





Nama                       : Lia Yohana
NIM                        : 15.E1.0154
Dosen Pembimbing  : Gregorius Daru

BERBAGI SENYUMAN DENGAN KASIH

Hallo sahabat…
Dalam menjalani sebuah lika-liku hidup tentunya kita selalu merencanakan sesuatu dengan baik dan memiliki harapan agar apa yang sudah kita rencanakan dapat terealisasikan dengan baik. Namun bila melihat kenyataannya, rencana yang kita buat tidak berjalan semulus dengan apa yang sudah kita bayangkan. Seringkali ada beberapa kerikil yang membuat kita diuji dalam mencapai sesuatu yang kita harapkan.
Dalam hidup ini pula, tidak semua orang beruntung. Banyak di sekitar kita yang kehidupannya kurang bahagia bila dibandingkan dengan kehidupan yang kita miliki. Entah itu karena kondisi ekonomi, ditinggal oleh orangtua, tidak mendapatkan kasih saying, dan masih banyak lagi hal-hal yang membuat hidup menjadi terasa pahit. Di blog ini, saya akan sedikit bercerita mengenai kunjungan saya dan juga teman-teman saya ke sebuah panti asuhan anak.
Rencana ini awalnya muncul ketika kami (saya dan teman-teman kelompok saya) digabungkan menjadi satu kelompok dalam mata kuliah Pendidikan Agama. Dalam tugas kami, kami dituntut untuk melakukan sebuah proyek kebaikan mengenai kasih kepada sesama. Akhirnya setelah berdiskusi, kami memutuskan untuk pergi ke panti asuhan anak. Alasan mengapa kami memilih melakukan kegiatan kunjungan ke panti asuhan anak adalah karena kami melihat kehidupan anak-anak panti asuhan jauh kurang beruntung disbanding kami yang masih memiliki orang tua yang sungguh mencintai dan menjaga kami, selain itu kami ingin menyelami/mengetahui bagaimana kehidupan mereka sehari-hari dan apa yang sebenarnya yang mereka rasakan dengan hidup dip anti asuhan, serta mencari tahu apa sebenarnya harapan mereka untuk jalan hidup mereka.
Saya dan juga teman-teman kelompok saya memilih Panti Asuhan Taman Pamardi St. Thomas. Saat kami sampai disana, kami menemui seorang suster yang bertanggungjawab dip anti asuhan tersebut. Kami menjelaskan maksud kedatangan/kunjungan kami ke panti asuhan tersebut. Setelah mendapatkan izin, akhirnya kami diperkenankan untuk bertemu dengan anak-anak yang berada panti asuhan Taman Pamardi St. Thomas. Di panti asuhan ini tidak semua anak yang berada disitu juga tinggal dip anti asuhan tersebut, beberapa dari mereka hanya dititipkan dan pada sore harinya pulang kembali ke rumah mereka. Setidaknya mereka yang masih bisa pulang ke rumah, masih lebih beruntung jika dibandingkan dengan anak-anak yang memang karena keadaaan harus tinggal di panti asuhan.
Saat berada panti asuhan tersebut, agar dapat mengakrabkan suasana kami memancing mereka dengan memberikan kertas gambar dan juga kami menyiapkan gambar-gambar untuk diwarnai. Dan dengan cara itu kami secarab pelan-pelan dapat mengambil hati mereka dan menjadi lebih akrab. Setelah suasana menjadi semakin akrab, kami mulai bertanya-tanya kepada mereka tentang kehidupan yang mereka jalani di panti asuhan dan bagaimana perasaan mereka selama ada disitu. Dari semua cerita yang sudah kami dengar ada satu cerita yang menurut saya dan juga teman-teman kelompok merupakan cerita hidup yang mengharukan, cerita itu berasal dari seorang anak yang bernama Elizabeth. Anak yang duduk di kelas 2 SD dari provinsi DIY, yang merupakan salah satu korban broken home dimana ibunya menjadi TKW di Saudi Arabia sedangkan ayahnya tidak diketahui jejaknya. Berdasarkan informasi dari suster anak yang bernama Elizabeth dititipkan di sebuah panti asuhan kecil yang berada di Yogyakarta semenjak umur 3 tahun. Anak itu dirawat dan dibesarkan oleh seorang pemilik psnti asuhan yang sudah lanjut usia, yang Elizabeth fikir sebagai simbahnya. Di panti asuhan kecil itu Elizabeth tinggal bersama kelima anak panti asuhan lainnya, suatu ketika saat sudah memasuki usia Sekolah Dasar, Elizabeth ingin memiliki banyak teman oleh si pemilik panti yang dianggap oleh Elizabeth sebagai simbahnya mengirimnya ke panti asuhan Taman Pamardi St. Thomas. Setelah dimasukkan disana, Elizabeth sering rindu dengan tempatnya yang semula. Ketika dia ditanya apakah merindukan orangtuanya dia menjawab “Tidak” dan dia berkata “dia lebih rindu kepada simbahnya” yang sebenarnya bukan simbahnya. Anak ini merasa tidak nyaman di panti asuhan yang sekarang ini karena dia masih baru ditempat itu, tepatnya ia pindah pada tanggal 16 Agustus 2015. Dan dia memerlukan adaptasi yang lama dengan tempat yang baru.
Setelah saya mendengar cerita dari anak-anak yang berada di panti asuhan tersebut dan  saya renungkan dalam hati saya pribadi, ternyata saya jauh lebih beruntung dari anak-anak tadi. Saya memiliki keluarga yang utuh dan selalu menjaga, merawat, dan membesarkan saya mulai saya berada dalam kandungan ibu sampai saya yang sekarang sudah tumbuh menjadi gadis dewasa. Namun, saya juga merasakan sebuah penyesalan dalam diri saya, karena terkadang saya mengecewakan hati mereka lewat perilaku dan ucapan saya yang membuat hati kedua orangtua saya menjadi sedih. Terkadang hanya karena masalah sepele dan itu sebenarnya adalah kesalahan saya sendiri, saya memarahi dan menyalahkan kedua orang tua saya.
Saya mendapatkan pelajaran bahwa keluarga itu harus dijaga dan disyukuri. Tuhan sudah memberikan kita suatu keluarga sebagai sumber kebahagian kita dalam menjalani kehidupan kita ini. Saya belajar tentang kasih saying dan memberikan perhatian kepada kedua orangtua saya, manyayangi mereka dengan sepenuh hati saya, dan menjadikan mereka menjadi yang pertama dari segalanya. Karena orangtualah yang memberikan kasih saying paling tulus kepada kita. Mereka tidak pernah mengeluh ataupun meminta balasan kepada kita terhadap apa yang sudah mereka berikan kepada kita sejak kita berada dalam kandungan sampai sekarang ini. Sayangilah keluarga kalian terutama keduaorang tua kalian :) 

    

17 komentar:

  1. artikel ini membuat kita sadar, apa yang kita punya harus disyukuri, masih banyak diluar sana yang tidak seberuntung kita. GBu ti

    BalasHapus
  2. keluarga itu harus dijaga dan disyukuri. Smoga dpt menginspirasi good artikel

    BalasHapus
  3. Nice article. Semoga membantu untuk yang lainnya ^^

    BalasHapus
  4. Artikel yg menarik, good job:)

    BalasHapus
  5. Teruslah berbuat kebaikan dan jangan sekedar sekilas. 1 bungkus nasi menyelamatkan mereka yg kelaparan

    BalasHapus
  6. Teruslah berbuat kebaikan dan jangan sekedar sekilas. 1 bungkus nasi menyelamatkan mereka yg kelaparan

    BalasHapus
  7. bersyukur lah apa yang kita miliki sekarang.. good!

    BalasHapus
  8. sangat menginspirasi.. ditunggu update selanjutnya..

    BalasHapus
  9. indah saling mengasihi dan berbagi kecerian, terus berbuat baik dan berbagi cerita menarik!! God Bless

    BalasHapus
  10. toleransi memang sangat penting bagi kita, sangat bermanfaat artikelnya :)

    BalasHapus
  11. Benar sekali, senyum saat ini menjadi sangat mahal padahal ini adalah salah satu simbol kasih bagi sesama

    BalasHapus
  12. Tersenyum adalah hal yang paling simpel untuk dilakukan tapi sangat besar artinya ^^
    Terus berkarya kaaakk

    BalasHapus
  13. artikel yang bagus, semoga bermanfaat ya :)

    BalasHapus