Kamis, 19 November 2015

MEMBUKA JENDELA HIDUP DENGAN IMAN

            “HIDUP”. Bagi saya hidup adalah sebuah anugerah terbesar yang diberikan oleh Tuhan. Mengapa demikian? Karena bagi saya tidak banyak orang yang diberikan kesempatan untuk menikmati hidup dengan lama karena meninggal pada usia yang sangat muda. Kehidupan merupakan sebuah proses, proses untuk kita menjadi semakin dewasa dan mampu  belajar dari kegagalan-kegagalan. Tidak ada kehidupan yang kita jalani ini akan berjalan selalu seperti yang kita harapkan. Pasti aka n ada kerikit-kerikil kecil yang akan  membuat kita tersandung. Dari kerikil-kerikil kecil itulah akan terlihat dan membuktikan bagaimana kualitas diri kita yang sesungguhnya dihadapan Tuhan. Disetiap kerikil-kerikil kecil itu pasti ada sebuah makna yang dapat kita temukan, yang dapat kita gunakan untuk mendewasakan diri kita.
            “Roda hidup selalu berputar”. Sebuah istilah yang tentu  tidak asing bagi kehidupan manusia. Dan saya membenarkan pernyataan itu, karena percayalah tidak akan selamanya Tuhan menempatkan diri kita di atas, suatu saat pasti akan ada sebuah angin yang dapat menumbangkan diri kita.Seberapa kencangnya hembusan angin yang akan menumbangkan  kita pasti setiap orang akan berbeda-beda. Namun hal yang sama dari hembusan angin tersebuat adalah  makna bagaimana kiranya kita dapat bangkit ketika kita diterpa angin yang sangat kencang yang membuat kita sampai benar-benar terjatuh. Setiap orang pasti memiliki pandangan-pandangan yang berbeda dalam menyikapi setiap ujian yang diberikan oleh Tuhan. Ada manusia yang justru mengeluh dan lantas menyalahkan Tuhan, namun adapula orang yang belajar dari pengalaman jatuhnya untuk dijadikan motivasi perbaikan dalam kehidupannya. Sesungguhnya semua tergantung dari kedewasaan iman dan  kedewasaan diri kita sendiri saat kita dihadapkan pada sebuah cobaan. Namun satu hal yang harus kita percaya bahwa “Tuhan tidak akan memberi cobaan diluar kemampuan kita dan Tuhan pasti akan memberikan jalan dari ujian-Nya”. Disetiap ujian hidup akan ada makna terindah.


 Berada Di Masa Sulit


Memang benar, jika kita sedang berada di situasi yang sulit akan membuat diri kita menderita dan memang tidak menyenangkan. Tapi yang harus kita ingat ialah bahwa hidup itu tidak bisa selalu berjalan mulus sesuai dengan apa yang kita harapkan. Yang terpenting ialah, kita tidak boleh menyerah ketika kita sedang berada dimasa sulit tersebut, kita harus bisa melewati masa masa itu, ketika kita berhasil melewati masa sulit tersebut, maka kita saat itu kita akan mendapatkan masa bahagia kita, masa sukses kita masa dimana kita telah berhasil melewati masa masa terberat dalam hidup kita.
Sebelum mendapatkan masa bahagia itu, kita harus mengalami jatuh bangun, disaat jatuh bangun ialah disaat kita melatih kaki kita untuk dapat menopang tubuh kita, namun ketika kita sudah memiliki kekuatan yang cukup untuk menopang tubuh kita, disaat itu kita dapat berlari. Kita perlu merasa sakit terlebih dahulu, agar  ketika tubuh kita membaik, kita dapat menghargai dan dapat merawatnya dengan sepenuh hati.




Lewati Masa Sulit

 

Yang harus kita lakukan adalah Lewati masa sulit yang sedang kita hadapi dengan berusaha dengan sepenuh hati. Kita tidak akan pernah tahu keajaiban apa yang sedang menanti kita di waktu yang akan datang. Kita hanya perlu terus berjalan dan berusaha untuk sampai ketujuan kita walaupun jalan menuju tempat tersebut terjal dan penuh lubang, akan tetapi kita tidak boleh berhenti, tancapkan dalam hati kita, bahwa kita tidak boleh berhenti, karena kita ingin mencapai sesuatu, dan sesuatu itu ada di depan kita.

Melangkah Dengan Hati Yang Mantap

Saatnya melangkah dengan hati yang lebih mantap. Ini waktunya melangkah dengan dagu terangkat. Inilah saat ketika kamu tidak bisa dan  tidak boleh ditaklukkan oleh masalah yang sedang kamu hadapi. Kamu harus melewati pagar penghalang kesuksesan  itu, lompat yang tinggi dan lakukan terus sampai kamu berhasil melewati pagar penghalang tersebut. Karena ketika kamu berhasil melewati masa-masa sulitmu saat ini,  maka disaat itu kamu sudah berhasil melepaskan beban mu, melepaskan semua derita mu, dan tentunya kamu tak akan dipandang remeh atau sebelah mata lagi oleh orang-orang yang ada di sekitarmu karena kamu sudah berhasil meraih kesuksesanmu.
Ciri ciri orang sukses ialah seseorang yang memiliki jiwa tidak pantang menyerah, orang sukses melihat sebuah masalah adalah sebuah peluang. Tetapi seorang pecundang akan menganggap sebuah masalah ialah penghalang untuk meraih kesuksesan. Anda yang menentukan diri Anda, Ingin berusaha melewati pagar penghalang kesuksesan mu? Atau menjadi seorang pecundang yang takut untuk menghadapi sebuah masalah.

Dari kutipan singkat  di atas, kita dapat belajar bahwa kesuksesan itu sebenarnya adalah milik semua orang. Namun apakan kita akan mengambil atau justru menyia-nyiakannya itu adalah suatu pilihan. “membuka jendela hidup dengan iman” adalah sebuah judul yang saya pilih karena saya ingin melihat bagaimana kehidupan orang-orang diluar sana yang hidupnya kurang beruntung. Saya akan berbagi sedikit dari pengalaman saya tentang kisah sebuah kehidupan. Pengalaman ini bermula saat saya bergabung dengan teman-teman seiman di kuliah saya untuk melaksanakan “proyek kebaikan”. Saya dan juga teman-teman melakukan sebuah kunjungan di daerah  sekitar Katedral Semarang dan di daerah sekitar Tugu Muda. Kami membawa beberapa bungkus nasi untuk dibagikan kepada para pengamen, pedagang kaki lima, para tukang becak, dll. Dari beberapa orang  yang saya temui, bagi saya ada sebuah kisah menarik tentang “semangat dan  kerja keras untuk berjuang dalam hidup”, yaitu kisah dari seorang bapak yang sudah setengah tua yang kesehariannya berjualan keliling. Bapak ini tinggal di daerah Gunung Pati beserta isteri dan anaknya. Ia biasanya berjualan mulai dari jam 07.00 WIB sampai petang. Bapak ini setiap harinya berjualan snack-snack jajanan kecil yang diproduksi oleh tetangganya di rumah. Penghasilan yang beliau peroleh pun setiap harinya tidak tentu, tergantung berapa banyak yang terjual. Namun semua ini dilakukan beliau karena cintanya dan tanggung jawabnya sebagai suami serta bapak bagi keluarganya, walaupun panas terik matahari yang menyengat, namun itu tak menjadi penghalang bagi beliau untuk tetap berjualan demi menafkai keluarganya.
Dari kunjungan tersebut membuka hati saya bahwa ternyata diluar sana begitu banyak orang-orang yang hidupnya jauh kurang beruntung daripada kehidupan yang sudah saya miliki. Padahal terkadang saya masih benyak mengeluh dan bahkan menyalahkan keadaan tentang kehidupan yang saya jalani. Dari situlah saya menjadi sadar bahwa setiap kehidupan pasti sudah diberi jalannya masing-masing oleh Tuhan. Dan untuk bagaimana kita menerima dan memperjuangkannya, itu adalah tugas diri kita masing-masing. Karena saya percaya bahwa Tuhan sebenarnya sudah memberikan porsi yang sama pada setiap manusia, namun tergantung masing-masing individunya tentang bangaimana cara mengembangkannya dan menyikapinya. Sesungguhnya hidup ini adalah benar adanya seperti panggung sandiwara, dan diri kita sebagai pemeran utamanya yang pasti menerima cobaan-cobaan, godaan-godaan, Tuhan sebagai sutradaranya akan melihat bagaimana kita memainkan  peran  kita dari tantangan-tantangan yang sudah Ia susun untuk memperindah jalan kehidupan kita. Jadi, selama Tuhan masih memberikan kesempatan kehidupan pada kita, jalanilah, syukurilah, dan nikmatilah hidup kita seperti saat kita menikmati hembusan angin. Dan jadilah pembawa kedamaian di tengah-tengah kehidupan kita.                        
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar